Sabtu, 24 Maret 2012

DANAU-DANAU DI INDONESIA


DANAU DI SUMATERA
Ø  SUMATERA BARAT
1.      Danau Diatas
Danau Diatas adalah sebuah danau yang terletak di kabupaten Solok, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini bersama-sama dengan Danau Dibawah, yang dikenal sebagai Danau Kembar. Terletak pada koordinat 1°4′37″S 100°45′17″E
Jenis danau Tektonik Aliran keluar utama Batang Hari Terletak di negara Indonesia Luas permukaan 12.3 km², memiliki kedalaman maksimal 44 m, dan ketinggian permukaan 1,531 m.
2.      Danau Dibawah
Danau Dibawah adalah sebuah danau yang terletak di kabupaten Solok, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Danau ini bersama-sama dengan Danau Diatas, yang dikenal sebagai Danau Kembar. Memiliki Description: Dibawah -koordinat 1°0′35″S 100°43′51″E. Jenis danau Tektonik Terletak di negara Indonesia Luas permukaan 11.2 km² kedalaman maksimal 309 m, dan ketinggian permukaan 1,462 m.
3.      Danau Maninjau
Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibukota Sumatera Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibukota Kabupaten Agam.
Satu dari sekian banyak danau menawan di Sumatera Barat. Untuk mencapainya, pengunjung bisa melewati jalan legendaris yang terkenal dengan nama “Kelok 44″ (dibaca: Kelok Ampek Puluah Ampek). Banyak homestay menarik bagi wisatawan di Nagari Bayur yang menjadi setting novel best seller “Negeri Lima Menara”. Maninjau yang merupakan danau vulkanik ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luas Maninjau sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Cekungannya terbentuk karena letusan gunung yang bernama Sitinjau (menurut legenda setempat), hal ini dapat terlihat dari bentuk bukit sekeliling danau yang menyerupai seperti dinding. Menurut legenda di Ranah Minang, keberadaan Danau Maninjau berkaitan erat dengan kisah Bujang Sembilan.
Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.
Danau ini tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatera Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran. Terletak pada Description: Maninjau -koordinat 0°19′S 100°12′E. Jenis danau Danau vulkanik. Aliran keluar utama Batang Sri Antokan. Panjang maksimal 16 km, lebar maksimalnya 7 km, dan luas permukaan 99.5 km². Memiliki kedalaman rata-rata 105 m dan kedalaman maksimal 165 m, sedangkan volume air 10.4 km³, panjang tepi danau 52.68 km, ketinggian permukaan 459 m.
4.      Danau Singkarak
Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten di provinsi Sumatera Barat, Indonesia, yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar.
Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas ke-2 di pulau Sumatera. Danau ini merupakan hulu Batang Ombilin. Namun sebahagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.
Geografi
Danau Singkarak berada pada letak geografis koordinat 0, 36 derajat Lintang Selatan (LS) dan 100,3 Bujur Timur (BT) dengan ketinggian 363,5 meter diatas permukaan laut (mdpl). Luas permukaan air Danau Singkarak mencapai 11.200 hektar dengan panjang maksimum 20 kilometer dan lebar 6,5 kilometer dan kedalaman 268 meter. Danau ini memiliki daerah aliran air sepanjang 1.076 kilometer dengan curah hujan 82 hingga 252 melimeter per bulan.
Ekologi
Ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan spesies ikan yang diperkirakan hanya hidup di danau ini[2], dan menjadi salah satu makanan khas. Penelitian para ahli mengungkapkan 19 spesies ikan perairan air tawar hidup di habitat Danau Singkarak, Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), dengan ketersediaan bahan makanannya yang terbatas.
Dari 19 spesies itu, tiga spesies di antaranya memiliki populasi kepadatan tinggi, yakni ikan Bilih/Biko (Mystacoleusus padangensis Blkr), Asang/Nilem (Osteochilus brachmoides) dan Rinuak. Spesies ikan lainnya yang hidup di Danau Singkarak adalah, Turiak/turiq (Cyclocheilichthys de Zwani), Lelan/Nillem (Osteochilis vittatus), Sasau/Barau (Hampala mocrolepidota) dan Gariang/Tor (Tor tambroides).
Kemudian, spesies ikan Kapiek (Puntius shwanefeldi) dan Balinka/Belingkah (Puntius Belinka), Baung (Macrones planiceps), Kalang (Clarias batrachus), Jabuih/Buntal (Tetradon mappa), Kalai/Gurami (Osphronemus gurami lac) dan Puyu/Betok (Anabas testudeneus).
Selanjutnya, spesies ikan Sapek/Sepat (Trichogaster trichopterus), Tilan (mastacembelus unicolor), Jumpo/Gabus (Chana striatus), Kiuang/Gabus (Chana pleurothalmus) dan Mujaie/Mujair (Tilapia pleurothalmus).
Dengan hanya ada 19 spesies ikan yang hidup di Danau Singkarak menunjukkan keanekaragaman ikan di tempat itu tidak telalu tinggi. Kondisi mesogotrofik Danau Singkarak yang menyebabkan daya dukung habitat ini untuk perkembangan dan pertumbuhan organisme air seperti plankton dan betos, sangat terbatas.Dari beberapa kali penelitian menunjukan populasi plankton dan betos di Danau Singkarak sangat rendah.Padahal komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu mata rantai makanan dan memegang peranan sangat penting dalam suatu ekosistem danau.Kondisi tersebut, menyebabkan sumber nutrisi utama ikan secara alamiah umumnya adalah berbagai jenis plankton dan bentos.
Description: Singkarak -Berada pada titik koordinat 0°36′44.17″S 100°32′21.14″E. Aliran keluar utama Batang Ombilin Terletak di negara Indonesia. Panjang maksimal 20 km, lebar maksimal 6.5 km, dan luas permukaan 107.8 km². Sedangkan kedalaman rata-rata 268 m, volume air 16.1 km³, ketinggian permukaan 363.5 m.
5.      Danau Talang
Description: Talang -Danau Talang adalah sebuah danau di kabupaten Solok, provinsi Sumatra Barat, Indonesia.
Danau ini adalah danau vulkanik yang terbentuk dari salah satu kawah Gunung Talang. Titik koordinat 1°0′45.71″S 100°42′3.59″E. Jenis danau adalah Danau vulkanik terletak di negara Indonesia dengan luas permukaan 5.0 km².
6.      Danau Kerinci
Dibandingkan danau lain yang lebih menyerupai kuali, Danau Kerinci memiliki permukaan datar hampir rata dengan tanah di tepinya. Terdapat sawah membentang lebar di tepian danau yang konon merupakan pemasok beras utama di Provinsi Jambi. Mengunjungi danau di pagi hari, apabila beruntung, akan menjumpai gerombolan bangau putih yang terbang dan mencari makan di persawahan.


Ø  SUMATERA UTARA

1.      Danau Aek Natong
Danau Aek Natonang terletak di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Kalau Pulau Samosir dikatakan sebagai "pulau di atas pulau", Danau Aek Natonang yang berada di Pulau Samosir ini bisa dikatakan sebagai "danau di atas danau" (di atas Danau Toba).
Aksesibilitas ke danau seluas 105 hektar ini juga kurang baik. Ditambah minimnya sarana prasarana pendukung, membuat Danau Aek Natonang tidak mendapat kunjungan wisatawan dan direncanakan sebagai areal Hutan Wisata.
Danau Aek Natonang bukan satu-satunya danau di Pulau Samosir, ada sebuah danau lagi yang lebih besar dari Danau Aek Natonang di pulau ini yang bernama Danau Sidihoni.
2.      Danau Sidihoni
Danau Sidihoni terletak di Kecamatan Pangururan, Pulau Samosir. Kalau Pulau Samosir dikatakan sebagai "pulau di atas pulau", Danau Sidihoni yang berada di Pulau Samosir ini bisa dikatakan sebagai "danau di atas danau" (di atas Danau Toba). Air danau ini sering berubah warnanya, dan oleh penduduk setempat perubahan warna ini dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia.Description: E:\The Learning University\Usshiii Lacture\SEMESTER 3\Hidrologi&Hidrografi\DANAU TUGAS AKHIR\Sumatra Utara\Danau_Sidihoni_files\DanauSidihoni2.jpg
Danau Sidihoni berjarak 8 kilometer dari Pangururan ini cukup indah. Pemandangan di sekitar danau bisa dipantulkan oleh air danau. Dikelilingi oleh bukit landai berwarna hijau muda dan deretan pohon pinus, semakin menambah keindahan. Sayang, danau berair jernih ini belum dikelola dengan baik.
Sebagian besar penduduk di sekitar danau masih memanfaatkan airnya untuk fasilitas "mandi cuci kakus" (MCK). Terbatasnya sarana prasarana transportasi juga membuat obyek wisata ini jarang mendapat kunjungan wisatawan.
Danau Sidihoni bukan satu-satunya danau di Pulau Samosir, ada sebuah danau lagi yang lebih kecil dari Danau Sidihoni di pulau ini yang bernama Danau Aek Natonang.
3.      Danau Toba
Merupakan danau terbesar di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara. Terbentuk karena letusan vulkanis Gunung Toba Purba yang konon menghancurkan kehidupan di Atlantis. Mengunjungi Danau Toba tidak lengkap tanpa singgah ke Pulau Samosir yang terletak di tengahnya. Banyak atraksi menarik terkait kebudayaan Batak, termasuk pengamen-pengamennya yang bersuara emas.
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer yang terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejarah

Diperkirakan Danau Toba terjadi saat ledakan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University memperkirakan bahwa bahan-bahan vulkanik yang dimuntahkan gunung itu sebanyak 2.800 km³, dengan 800 km³ batuan ignimbrit dan 2.000 km³ abu vulkanik yang diperkirakan tertiup angin ke barat selama 2 minggu. Debu vulkanik yang ditiup angin telah menyebar ke separuh bumi, dari Cina sampai ke Afrika Selatan. Letusannya terjadi selama 1 minggu dan lontaran debunya mencapai 10 km di atas permukaan laut.
Kejadian ini menyebabkan kematian massal dan pada beberapa spesies juga diikuti kepunahan. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya.
Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magma yang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.
Selama tujuh tahun, para ahli dari oxford University tersebut meneliti projek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.
Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.
Ø  SUMATERA SELATAN
1.      Danau Ranau
Description: http://cyberwoman.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybertravel/Hotel%20Review/cottage.JPGDanau Ranau merupakan danau terbesar dan terindah di Sumatera Selatan yang terletak di kecamatan Banding Agung Kabupaten UKO Selatan (dahulu masuk dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu). Berjarak sekitar 342 km dari kota palembang, 130 km dari kota Baturaja, dan 50 kilometer dari Muara Dua, ibu kota OKU Selatan, dengan jarak tempuh dengan mobil sekitar 7 jam dari kota Palembang. Sementara dari Bandar Lampung, danau ini bisa ditempuh melalui Bukit Kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung.
Description: http://erdyan.files.wordpress.com/2008/02/dscn2015.jpgDanau Ranau yang mempunyai luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari cerah suhu berkisar antara 20° – 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″ bujur timur.
Menurut legenda yang ada, danau ini tercipta dari gempa besar dan letusan vulkanik dari gunung berapi yang membuat cekungan besar. Sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi itu kemudian menjadi sumber air utama yang mengisi cekungan/belahan itu. Dan lama-kelamaan lubang besar itu penuh dengan air. Kemudian di sekeliling danau baru itu mulai ditumbuhi berbagai tanaman, di antaranya tumbuhan semak yang oleh warga setempat disebut ranau. Maka danau itu pun dinamakanlah Danau Ranau. Sisa gunung api itu kini menjadi Gunung Seminung yang berdiri kokoh di tepi danau berair jernih tersebut.
Pada sisi lain di kaki gunung Seminung terdapat sumber air panas alam yang keluar dari dasar danau. Di sekitar danau ini juga dapat ditemui air terjun Subik. Tempat lain yang menarik untuk dikunjungi adalah Pulau Marisa yang terletak tidak jauh dari air panas. Sayangnya, pengelolaan danau Ranau sebagai aset pariwisata dirasa sangat kurang. Beberapa infrastruktur pendukung, seperti akses jalan dan listrik, belum memadai.
2.      Danau Rakihan
Tidak terlalu besar dan tidak banyak orang yang tahu tentang danau ini. Pun demikian danau alami ini sangat istimewa karena tidak ada sungai besar di sekitarnya yang mengalirkan airnya dengan deras. Walhasil gerak airnya sangat tenang dan warnanya sedikit pekat. Terletak di Kecamatan Sindang Danau, OKUS-Sumsel, yang merupakan tanah kelahiran politisi PPP, Ali Marwan Hanan (Mantan menteri Koperasi RI). Di lereng danau saat ini didirikan sebuah Pondok Pesantren, atas nama beliau, untuk menyemangati anak-anak di daerah terisolir untuk terus maju.
DANAU DI PULAU JAWA
1.                  Danau Kawah Putih
Kawah Putih adalah sebuah daerah wisata di Daerah Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Kawah Putih adalah sebuah kawah yang terdapat di puncak Gunung Patuha, kawah ini digenangi oleh sumber mata air yang turun mengalir kearah kawah sehingga kawah terisi air dan membentuk sebuah danau yang airnya hangat. Permukaan kawah pada umumnya berbatu dan pasirnya berwarna putih sehingga dikenal dengan sebutan sebagai Kawah Putih.  Kawah Putih terbentuk dari letusan Gunung Patuha pada abad X dan abad XII.
Kawah Putih terkenal akan keindahannya yang mempesona dan eksotis sehingga akan membuat terkagum-kagum bagi siapapun yang datang mengunjunginya.
Tempat ini terletak pada ketinggian 2434 m dpl. konfigurasi lapangan pada umumnya landai sampai berbukit. Suhu udara sekitar 8-22 0C sumber air yang ada tergantung musim hujan. Kelembaban 90%, sedangkan curah hujan tahunan tercatat antara 3743-4043mm/tahun.
Kawah putih terletak di Gunung Patuha, sebuah gunung yang terdapat di Jawa Barat. Ketinggian gunung ini adalah 2.386 meter. Kawah dari Gunung Patuha inilah yang dijadikan obyek wisata yang menarik dengan nama Kawah Putih. Tanah yang putih yang terdiri dari belerang merupakan alasan mengapa kawah ini disebut Kawah Putih. Permukaan tanah juga tidak rata sehingga menyerupai gundukan-gundukan tanah. Air kawah yang berwarna kehijauan juga menarik perhatian. Di sekelilingnya, terdapat pegunungan yang sebagian sudah kering tetapi ada juga yang masih ditumbuhi pohon hijau. Di gunung ini kita akan menemukan pohon-pohon kering dan banyak ranting-ranting pohon yang berjatuhan dengan batu-batu kecil.
 

2.                  Danau Telaga Warna
Telaga Warna terletak di dekat peninggalan sejarah Kompleks Candi Dieng yang berada di Jawa Tengah, yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Letaknya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Dieng adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15—20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pada musim kemarau (Juli dan Agustus), suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari dan memunculkan embun beku yang oleh penduduk setempat disebut bun upas ("embun racun") karena menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian.
Telaga Warna merupakan sebuah hamparan telaga yang luas bekas sebuah kawah yang telah mati ribuan tahun yang lalu menjadi sebuah danau atau telaga. Konon, dahulu merupakan satu telaga, namun karena terbendungnya Sungai Tulis oleh lava mengakibatkan telaga tersebut menjadi dua hingga sekarang. Memasuki kawasan Telaga Warna, terdapat sebuah pemandangan yang cukup indah. Telaga Warna memantulkan 3 warna yaitu hijau, merah, dan biru. Kandungan belerang yang ada di dalamnya memantulkan warna kehijauan, sedangkan ganggang merah yang ada didasar telaga memantulkan cahaya kemerahan dan jernihnya air telaga yang berwarna biru muncul dari pantulan gradasi sinar matahari.


3.                  Danau Kawah Ijen
Kawah Ijen terletak di puncak Gunung Ijen yang merupakan salah satu dari rangkaian gunung berapi di Jawa Timur seperti Bromo, Semeru, dan Merapi. Gunung Ijen terletak di sebelah timur Gunung Merapi (di Jawa Timur juga terdapat gunung yang memiliki nama yang sama dengan gunung di Jawa Tengah yaitu Gunung Merapi). Kawasan Wisata Kawah Ijen atau Cagar Alam Taman Wisata Ijen terletak di wilayah Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.
Kawah Ijen terletak di ketinggian 2.368 meter di atas permukaan laut. Yang menarik adalah kawah ini terletak di tengah kaldera yang terluas di Pulau Jawa. Ukuran kaldera sekitar 20 kilometer. Ukuran kawahnya sendiri sekitar 960 x 600 meter dengan kedalaman 200 meter. Kawah ini terletak di kedalaman lebih dari 300 meter di bawah dinding kaldera. Kawah ini memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi yaitu mendekati nol sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang mencapai 200 derajat celcius. Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri.
Salah satu yang menjadi perhatian pengunjung di kawasan Kawah Ijen adalah adanya penambang belerang tradisional. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah.
Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning. Setelah belerang dipotong, para penambang akan memikulnya melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera menuruni gunung sejauh 3 kilometer.

DANAU  DI BALI
1.      DANAU  BATUR

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHkiIdYLxtV5Amppri5VH6_E-ghoI8bYdaKpXQWin5EuGAKDskkkFrcC1eJz1IkY5lPZSRjRBGgQ0Ptp8pqT78pCdcn8DUrG7rfYv1xS5vobH9WlMdH2ifsdjwDqtPcAZRaBpcDfCGcNue/s1600/danau+batur+11.jpgDescription: C:\Users\HP\Downloads\20110624081412danau-batur-peta.jpg

Danau Batur terletak di Kabupaten Bangli,ditempuh kira-kira 1,5 jam perjalanan dari Denpasar.dimana Danau Batur adalah danau terbesar di pulau Bali. Danau Batur yang merupakan danau terbesar Bali ini terletak di kaki gunung Batur yang merupakan sebuah kaldera purba  yang terbentuk oleh akibat letusan dahsyat gunung Batur ribuan tahun yang lalu. Danau Batur berbentuk bulan sabit, dengan panjang kurang lebih 7 Km, lebar  2,5 Km, dengan keliling 22 Km, tinggi air danau batur 1031 mdpl ,dan kedalaman kira kira 65 meter.
Air danau Batur yang merupakan danau terbesar di Bali ini mengalir keseluruh sungai besar di pulau Bali seperti sungai Unda di Bali Selatan, sungai Suni di Bali Barat, dan sungai Bayumala di Bali Utara. Dari aliran sungai itulah air Danau Batur kemudian dibagi-bagi ke area persawahan dengan sistim pengairan yang disebut subak. Desa -desa yang terletak di pinggir Danau Batur adalah  Desa Songan, Trunyan, Abang, Buahan dan Kedisan. Dimana bagi masyarakat Hindhu Bali Gunung Batur dan Danau Batur sebagai suatu tempat suci, yang dinyatakan sebagai Linggih atau Stana dari Betari Dewi Danu atau Betari Ulun Danu”.
Di pinggir danau Batur berdiri Pura Batur sebagai tempat pemujaan Betari Danu, yakni manifestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai dewi pelindung pertanian. Dewi Danu adalah pelindung dari seluruh kegiatan  pertanian di Bali.juga didaerah ini terkenal dengan desa Trunyan dengan tradisi pemakaman yang unik dan air panas toyah bungkah.Pesona Danau terbesar Batur ini adalah pada pemandangannya alam yang indah. Untuk menikmati pemandangan indah danau batur , tempat terbaik adalah dari pinggir jalan di daerah Panelokan-Kintamani,dimana dari pinggir jalan raya Bangli-Singaraja itu dapat dilihat panorama danau  Batur dengan airnya yang biru  berlatar belakang Gunung Batur yang menjulang tinggi, dan Bukit Abang yang hijau subur.
2.      Danau Buyan & Danau Tamblingan
Dua danau ini termasuk di kawasan kabupaten Buleleng. Dua danau ini letaknya bersebelahan. Kita dapat menikmati panoramanya secara langsung di kawasan yang bernama Asah Gobleg. Di jalan sepanjang kawasan ini banyak terdapat tempat duduk di pinggiran jalannya. Maklum, dari lokasi ini kita bisa melihat keindahan dua danau tersebut karena terletak di pinggir bagian tengah 2 danau. Untuk peminat trekking, kita bisa menelusuri pinggiran danau. Terdapat jalan setapak yang menghubungi dua danau. Jadi kita bisa menikmati hutan yang masih alami dan juga danau dari dekat. Dan bagi yang senang berkemah, Buyan memiliki kawasan khusus untuk berkemah dan begitu juga dengan Tamblingan. Perjalanan dari Kota Denpasar menuju lokasi kira kira memakan waktu 2-3 jam ke arah utara atau ke arah kabupaten Buleleng.
Description: C:\Users\HP\Downloads\tamblingan high.jpg
3.      Danau Beratan
Danau ini terletak di kawasan Bedugul, Kabupaten Tabanan. Danau ini akan kita temui dalam perjalanan ke Danau Buyan dan Danau Tamblingan yang saya jelaskan diatas. Tidak berbeda jauh dengan Tamblingan dan Buyan, Beratan memiliki pesona tersendiri. Bisa kita lihat dari foto yang ada, bahwa danau ini memiliki Pura dipinggirannya. Saat air danau pasang, Pura tersebut akan terpisah dari pinggir danau.
Jarak danau ini berkisar 2-3 jam perjalanan dari kota Denpasar. danau ini juga memiliki tempat untuk berkemah. kita akan dengan mudahnya mendapatkan pemandangan yang indah dari danau ini karena jalan yang kita lalui nantinya tepat berada di pinggiran danau ini.
Description: C:\Users\HP\Downloads\danau-beratan3.jpg       
DANAU DI NUSA TENGGARA TIMUR
1.      Danau Tuadale merupakan sebuah danau di Indonesia. Danau ini seluas 10 ha. di Silu Kecamatan Kupang Barat berjarak ± 25 km dari ibu kota kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Spesifikasi dan daya tarik adalah rekreasi, mancing dan hutan bakau. Memiliki panorama yang asli dan indah, Turis sering menikmati keindahan hutan bakau dengan berlayar memakai perahu kecil dan membeli ikan segar dari penduduk setempat. Dapat dijangkau dengan kendaraan umum dan pribadi.
Description: C:\Users\HP\Downloads\Danau Tuadale.png
2.      Danau kalimutu
Danau Kelimutu  yang terletak di puncak Gunung Kelimutu ini masuk dalam rangkaian Taman  Nasional Kelimutu. Danau ini berada di ketinggian 1.631 meter dari permukaan  laut. Beberapa flora  yang dapat ditemui di sekitar danau antara lain Kesambi (Schleichera oleosa), Cemara (Casuarina equisetifolia) dan bunga abadi Edelweiss. Sedangkan fauna yang ada di sekitar danau, antara lain Rusa (Cervus timorensis), Babi hutan (Sus sp.), Ayam hutan (Gallus  gallus) dan Elang (Elanus sp.)
Danau Kelimutu mempunyai tiga kubangan raksasa. Masing-masing kubangan mempunyai warna  air yang selalu berubah tiap tahunnya. Air di salah satu tiga kubangan berwarna  merah dan dapat menjadi hijau tua serta merah hati; di kubangan lainnya berwarna  hijau tua menjadi hijau muda; dan di kubangan ketiga berwarna coklat kehitaman  menjadi biru langit.Secara adminitratif, Danau Kelimutu berada pada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Detsuko,  Kecamatan Wolowaru dan Kecamatan Ndona, ketiganya berada di bawah naungan Kabupaten  Dati II Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Description: C:\Users\HP\Downloads\lake_kelimutu.jpg

DANAU DI NUSA TENGGARA BARAT
1.      Danau Satonda terletak di tengah pulau Satonda dan termasuk wilayah Kabupaten Dompu, NTB. Danau ini mempunyai keunikan karena airnya asin seperti air laut. Diperkirakan air danau ini asin karena tercampur dengan air laut yang meluap dan terperangkap di danau pada saat gunung Tambora meletus (mirip dengan danau Kakaban). Ini dimungkinkan karena jarak pulau Satonda dengan gunung Tambora sangatlah dekat dan seperti diketahui letusan gunung Tambora merupakan letusan yang sangat dahsyat sehingga sangat mungkin menimbulkan gelombang pasang (tsunami) yang dahsyat pula. Luas danau Satonda sekitar 2,5 km2 dan belum diketahui jenis habitat yang ada di dalam danau ini karena belum pernah dilakukan penelitian.
Description: C:\Users\HP\Downloads\5844107-Lake_Satonda-0.jpg
2.      Segara Anak adalah danau kawah Gunung Rinjani di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat,Indonesia. Letak koordinat  8°25′00″S 116°28′00″EKoordinat 8°25′00″S 116°28′00″E yang termasuk jenis danau kawah dengan luas permukaan 11.3, kedalaman 190, volume air 36 gigaliter dan ketinggian permukaan 2008 mNama Segara Anak berarti anak laut diberikan untuk itu karena warna biru mengingatkan danau laut.
Description: Segara Anak -

DANAU DI KALIMANTAN
Danau Sentarum
Danau Sembuluh merupakan sebuah danau di Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Kalimantan Tengah dengan luas 7.832,5 ha dan memiliki panjang sejauh 35,68 km. Danau ini merupakan tempat bermuaranya sungai-sungai besar dan kecil seperti Kupang, Rungau, dan Ramania. Di sekitar danau yang luasnya mencapai 2.424 km2 ini terdapat beberapa desa, yaitu Sembuluh I, Sembuluh II, Bangkal dan Terawan. Danau Sentarum berjarak 700 km dari Kota Pontianak yang masuk dalam wilayah dataran Daerah Aliran Sungai Kapuas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu yang merupakan danau dan rawa yang dangkal serta teras-teras rendah yang sangat luas. Kawasan Danau Sentarum telah ditetapkan sebagai kawasan Suaka Alam. Danau itu adalah celengan air raksasa. Di musim hujan, Sentarum menabung 25 persen air Sungai Kapuas. Saat kemarau, Sentarum memasok separuh air yang mengaliri Kapuas. Luas seluruh kawasan Danau Sentarum 132.000 ha ditambah dengan 64.000 ha yang diusulkan sebagai daerah penyangga. Sekitar 20 ha merupakan danau musiman yang menjadi penutup daerah seluas 30.500 ha, sisanya merupakan hutan rawa gambut Danau Sentarum merupakan daerah retensi/luapan banjir (retarding basin) dari Sungai Kapuas yang merupakan daerah tangkapan air dan sekaligus sebagai pengatur tata air bagi Daerah Aliran Sungai Kapuas. Dengan demikian, daerah-daerah yang terletak di hilir Sungai Kapuas sangat tergantung pada fluktuasi jumlah air yang tertampung di danau tersebut.
Danau Sentarum merupakan komplek danau-danau, lebih dari dua puluh buah danau secara alami bertindak sebagai reservoar. Luapan banjirnya yang melanda bentang Sungai Kapuas secara otomatis akan tertampung di sini. Saat itulah limpahan airnya menggenangi hutan rawa air tawar primer yang ada di kawasan Suaka Margasatwa Danau Sentarum. Sistem perairan dari danau air tawar dan hutan tergenang ini menjadikan Danau Sentarum tidak seperti danau-danau lainnya. Airnya bewarna hitam kemerah-merahan karena mengandung tannin yang berasal dari hutan gambut di sekitarnya. Pada saat musim hujan, kedalaman air danau tersebut dapat mencapai 6-8 meter dan menyebabkan tergenangnya hutan di sekitarnya. Namun, bukan fenomena alam ini saja yang menjadi keunikan Danau Sentarum. Danau yang terbentuk pada zaman es atau periode pleistosen ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa dan tak dimiliki daerah lain. Tumbuhannya saja ada 510 spesies dan 33 spesies di antaranya endemik TNDS, termasuk 10 spesies di antaranya merupakan spesies baru.
Hewan mamalia di TNDS ada 141 spesies. Sekitar 29 spesies di antaranya spesies endemik, dan 64 persen hewan mamalia itu endemik Borneo. Terdapat 266 spesies ikan, sekitar 78 persen di antaranya merupakan ikan endemik air tawar Borneo. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia. Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Dari segi ukuran, misalnya, ada jenis ikan terkecil, yang dikenal dengan nama ikan linut (sundasalanx cf. microps) berukuran 1-2 sentimeter dengan tubuhnya yang transparan seperti kaca, hingga ikan berukuran panjang dua meter seperti ikan tapah dari genus Wallago.
Adapun ikan yang bernilai ekonomis dan di konsumsi warga, misalnya, ada ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat. Khusus ikan hias, di TNDS terdapat ikan silok atau arwana (scleropages formosus) dan arwana merah. Namun, populasi jenis ini sekarang menurun drastis karena harganya yang mahal menyebabkannya di eksploitasi secara berlebihan. Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan, termasuk jenis yang langka serta bernilai tinggi yaitu ikan arwana (scleropages formosus) serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain. Berdasarkan hasil laporan penelitian yang telah dilakukan Pusat Lapangan Taman Nasional Danau Sentarum, terdapat beberapa spesies yang masih merupakan catatan karena belum ada nama lainnya. Sebagai habitat ikan air tawar terlengkap di dunia, Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum menjadi daerah penyedia sekaligus sebagai pemasok terbesar ikan hias air tawar diantaranya adalah arwana (scleropages fourmosus) dan ulanguli (botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Pada saat musim kemarau, dimana tinggi air Sungai Kapuas berangsur-angsur turun, air dari Danau Sentarum akan mengalir ke Sungai Kapuas sehingga debit air di sungai tersebut relatif stabil. Akhirnya pada saat puncak musim kemarau, keadaan Danau Sentarum dan daerah sekitarnya akan menjadi hamparan tanah kering yang luas. Ikan-ikan yang tadinya berada di danau, akan terlihat jelas di kolam-kolam kecil.
Bila Danau Sentarum surut airnya kedalaman danau hanya berkisar dua-tiga meter. Padahal, dalam kondisi normal antara tiga hingga delapan meter. Kalau banjir, dalamnya sampai 13 meter. Tetapi, dalam dua tahun terakhir, penurunan air Sentarum sangat ekstrem. Di beberapa bagian, ada yang sampai empat meter dalam tiga hari. Lazimnya cuma setengah meter.  Ada yang menduga pembukaan lahan di hulu Kapuas menjadi sebab drastisnya penyusutan air Sentarum. Kawasan bervegetasi baik yang hilang itu memusnahkan fungsi lahan sebagai daerah tangkapan dan resapan hujan.  Di samping potensi perikanan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu objek wisata andalan bagi Kabupaten Kapuas Hulu dengan memanfaatkan keanekaragaman hayati serta keindahan panorama alam dengan beberapa pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Melayu, Pulau Sepandan ataupun Pulau Bukit Tekenang.
Description: Description: E:\kuliah tenan\sms3\HIDRO\sentarum\2152042-danau-sentarum-indonesia-map-zoom-x20.jpg
Peta danau Sentarum
Danau Kakaban
Danau Kakaban, adalah air laut yang terperangkap di Pulau Kakaban, ditambah dengan air dari dalam tanah dan air hujan sejak 2 juta tahun lalu. Danau Kakaban merupakan danau prasejarah yaitu zaman peralihan Holosin. Luasnya sekitar 5 km², berdinding karang terjal setinggi 50 meter, yang mengakibatkan air laut yang terperangkap tidak lagi bisa keluar, menjadi danau. Secara administratif, Danau Kakaban termasuk wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur
Gambar danau Kakaban

Description: Description: E:\kuliah tenan\sms3\HIDRO\kakaban\kakabanisland2.jpg
Peta Danau Kakaban.

Biota dalam Danau

Karena perubahan dan evolusi yang cukup lama oleh air hujan dan air tanah, air danau ini kemudian menjadi lebih tawar dibandingkan laut yang ada di sekitarnya. Perubahan ini berdampak juga pada adaptasi fauna laut yang ada di dalam danau itu. Ubur-ubur misalnya, karena terbatasnya makanan, akhirnya beradaptasi dengan melakukan simbiose mutualistis dengan algae. Algae adalah penghasil makanan dan harus memasak makanan dengan bantuan sinar matahari.
Selama ribuan tahun danau di tengah laut ini tentu saja menciptakan suatu ekosistem tersendiri yang sangat unik.
Danau unik ini memiliki empat jenis ubur-ubur, salah satunya adalah ubur-ubur jenis Cassiopea.
Cerita simbiosis ini sangat menarik. Ubur-ubur Pulau Kakaban, menempatkan algae pada bagian kakinya, karena ganggang berkepentingan untuk mendapatkan matahari sebagai sarana melakukan fotosistesa, sang ubur-ubur akhirnya berjalan terbalik, dengan kaki ke atas dan kepala ke bawah. Cara berjalan yang unik inilah yang menarik para ilmuwan dan penyelam untuk mengetahui evolusi terhadap fauna laut yang akhirnya berperilaku aneh demi mempertahankan hidup mereka. Catatan para penyelam juga memberikan gambaran, hewan-hewan yang ada di danau ini mempunyai cahaya lebih berwarna warni ketika hari semakin gelap. Diduga, pada danau ini banyak akan dijumpai jenis-jenis baru.

Hanya dua di dunia

Di dunia, tempat seperti ini hanya dijumpai di Palau, Kepulauan Micronesia di kawasan Tenggara Laut Pasifik. Dengan demikian Pulau Kakaban merupakan satu-satunya pulau di Indonesia yang mempunyai danau di tengahnya.
Selain itu di pinggiran pantainya juga tumbuh hutan bakau, yang dihuni oleh banyak jenis kepiting, teripang, dan ular laut. Banyak sekali jenis-jenis hewan yang belum diidentifikasi di kawasan ini. Dr. Thomas Tomascik, seorang ahli kelautan berkebangsaan Kanada, mengatakan Pulau Kakaban merupakan surga kekayaan biologi yang ada di Indonesia. Misteri bagaimana hewan dan tumbuhan yang terisolasi dalam danau ini merupakan salah satu obyek yang sangat diminati oleh ilmuwan untuk diungkap. Karena itu laut ini memang pantas menjadi obyek konsevasi alam yang harusnya dilindungi dan dilestarikan.
Salah satu ungkapan yang menarik, bagaimana misalnya ada hewan-hewan laut yang sekarang tetap saja survive padahal kesadahan air di dalamnya sudah berubah total.
Pulau Kakaban dalam bahasa daerah adalah pulau yang "memeluk"'. Jadi Pulau Kakaban artinya "sebuah pulau yang memeluk danau", termasuk di dalamnya adalah flora dan faunanya yang penuh keunikan.

Danau Semayang

Danau Semayang adalah sebuah danau yang berlokasi di daerah aliran sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia. Danau ini memiliki luas sekitar 13.000 hektare.
Danau Semayang terdapat di Daerah Mahakam Tengah (DMT), merupakan salah satu lingkungan lahan basah terbesar di Kalimantan. Keanekaragaman hayati di Lingkungan danau Semayang cukup tinggi, termasuk biota perairan maupun terestrial, juga sumber daya air yang melimpah untuk berbagai aktivitas masyarakat sekitar. Bisa dikatakan lingkungan Danau Semayang merupakan zona yang memiliki kekayaan plasma nutfah yang dan wilayah ekologis yang mempunyai nilai ekonomi potensial untuk berbagai kegiatan.
Description: Description: E:\kuliah tenan\sms3\semayang.gif

Peta Danau Semayang

Danau Jempang

Danau Jempang merupakan sebuah danau yang terletak di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kutai Barat. Danau ini memiliki luas wilayah 15.000 hektare dengan kedalaman 7-8 meter. Danau Jempang merupakan salah satu danau yang terbesar dari sekitar 76 danau yang tersebar di daerah aliran sungai Mahakam.
 
Description: Description: E:\kuliah tenan\sms3\JEMPANG.gif
Peta Danau Jempang
Danau Sembuluh
Danau Sembuluh merupakan sebuah danau di Indonesia. Danau ini merupakan danau terbesar di Kalimantan Tengah dengan luas 7.832,5 ha dan memiliki panjang sejauh 35,68 km. Danau ini merupakan tempat bermuaranya sungai-sungai besar dan kecil seperti Kupang, Rungau, dan Ramania. Di sekitar danau yang luasnya mencapai 2.424 km2 ini terdapat beberapa desa, yaitu Sembuluh I, Sembuluh II, Bangkal dan Terawan. Untuk mencapai danau tersebut dari Palangkaraya, ibukota Kalimantan Tengah, dapat dicapai menggunakan kendaraan darat sejauh 240 km menuju Sampit, dan dari Sampit menuju Desa Bangkal sejauh 80 km. Dari Desa Bangkal, Danau Sembuluh bisa dicapai dengan kapal motor sekitar 20 menit.
Potensi yang dimiliki danau ini adalah memiliki pinggiran danau yang berpasir sehingga dapat dijadikan tempat berlabuh dan wisata, potensi perikanan yang tinggi, dan terdapat beberapa desa yang berada di pinggiran danau. Danau sembuluh yang luas ini juga meliputi beberapa danau kecil yang berupa perairan anak sungai yang berbentuk danau yang lebih kecil dengan aliran sungai yang kembali ke aliran utama dan atau aliran sungai mati. Jenis ikan yang terdapat di danau ini adalah ikan betutu, gabus-gabusan, jelawat, seluang, sepat, lais, baung, botia, toman, tabakang, dan tapah. Beberapa kegiatan yang dilakukan disekitar danau meliputi industri galangan kapal, perkebunan kopi dan karet, peternakan, serta perikanan tangkap dan budidaya keramba.

Description: Description: E:\kuliah tenan\sms3\HIDRO\sembuluh.jpg
Peta Danau Sembuluh.
DANAU DI SULAWESI
*         Danau di Gorontalo‎ (1 Danau)
*         Danau di Sulawesi Selatan‎ (5 Danau)
*         Danau di Sulawesi Tengah‎ (3 Danau)
*         Danau di Sulawesi Tenggara‎ (1 Danau)
*         Danau di Sulawesi Utara‎ (3 Danau)

Ø  Danau Limboto
Description: Description: mhtml:file://G:\gorontalo\danau%20linboto.mht!http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/c/cd/Danau_Limboto.jpg/200px-Danau_Limboto.jpg

Danau Limboto
Description: Description: G:\danau limboto.bmp
Kampung dengan rumah bagan di Danau Limboto di tahun 1930-an
Danau Limboto merupakan sebuah danau yang terletak di Kecamatan Limboto, Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Indonesia. Danau ini memiliki kedalaman antara 5 hingga 8 meter ini, para pengujung atau wisatawan dapat menikmati berbagai kegiatan, antara lain, memancing, lomba berperahu, atau berenang. Selain itu, mereka juga dapat menikmati ikan bakar segar yang disediakan oleh mayarakat nelayan setempat dengan harga yang relatif murah.
Danau Limboto dari tahun ke tahun luas dan tingkat kedalamannya terus berkurang. Luas Danau Limboto pada tahun 1999 berkisar antara 1.900-3.000 ha, dengan kedalaman 2-4 meter (Cabang Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, 2000). Pada tahun 1932, luas perairan ini mencapai 7.000 ha.

Ø  Danau Towuti
Towuti
Lokasi
Koordinat
Tektonik
Terletak di negara
Indonesia
Luas permukaan
561.1 km²
Kedalaman maks.
203 m
Ketinggian permukaan
293 m

Description: Description: G:\danau towuti.bmp
Danau Towuti di tahun 1930
Danau Towuti adalah sebuah danau yang terletak di Sulawesi Selatan, Indonesia. Secara administratif, danau ini terletak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kawasan Danau Towuti merupakan bagian dari Taman Wisata Alam Danau Towuti, yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Selatan, di bawah Departemen Kehutanan Republik Indonesia.
Ø  Danau Sidenreng
Danau Sidenreng merupakan sebuah danau yang terletak di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Sidenreng Rappang. Pada tahun 1889, terjadi penurunan luas dan kedalaman sekitar 30 mil persegi. Di kawasan danau tersebut, terdapat terdapat kehidupan berjenis unggas atau burung-burung air tawar yang setiap tahun terlihat berkembang-biak di antara tanaman-tanaman air di pesisir dan permukaan danau.
Ø  Danau Matano
Description: Description: mhtml:file://G:\sulaweesi%20selatan\danau%20matano.mht!//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/87/Matano_Sunset.jpg
Danau Matano
Danau Matano adalah sebuah danau di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut. Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia.[1]
Danau Matano bukan merupakan pembentukan dari beberapa anak sungai, tetapi terbentuk dari ribuan mata air sehingga tidak akan pernah mengalami kekeringan. Airnya sangat jernih.
Sebagai sumber daya alam yang sangat potensial maka perusahaan tambang nikel terbesar kedua dunia, PT.INCO memanfaatkan buangan air dari Danau Matano sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk pemanfaatan di pabrik, dan juga untuk penggunaan oleh masyarakat.
Ø  Danau Matana
Danau Matana adalah sebuah danau yang terletak di Soroako, Kab. Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Danau ini memiliki kedalaman 590 meter.

Ø  Danau Tempe
Description: Description: G:\danau tempe.bmp
Nelayan di Danau Tempe (tahun 1948-1949)
Danau Tempe merupakan danau yang terletak di bagian Barat Kabupaten Wajo, tepatnya di Kecamatan Tempe, sekitar 7 km dari Kota Sengkang menuju tepi Sungai Walanae. Danau Tempe yang luasnya sekitar 13.000 hektare ini memiliki spesies ikan air tawar yang jarang ditemui di tempat lain. Hal ini karena danau tersebut terletak di atas lempengan benua Australia dan Asia.
Festival Tahunan
Setiap tanggal 23 Agustus diadakan festival laut di Danau Tempe.Acara pesta ritual nelayan ini disebut Maccera Tappareng atau upacara mensucikan danau yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh seorang ketua nelayan yang diikuti berbagai atraksi wisata yang sangat menarik. Pada hari perayaan Festival Danau Tempe ini, semua peserta upacara Maccera Tappareng berpakai Baju Bodo (pakaian adat Orang Bugis). Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai atraksi seperti lomba perahu tradisional, lomba perahu hias, lomba permainan rakyat (lomba layangan tradisional, pemilihan anak dara dan kallolona Tanah Wajo), lomba menabuh lesung (padendang), pagelaran musik tradisional dan tari bissu yang dimainkan oleh waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. namun sekarang terjadi kepunahan beberapa spesies, hal ini disebabkan relung relung yang berada di danau tempe sudah di isi oleh spesies lain akibat restoling ikan mas yang berlebihan

Ø  Danau Poso
Description: Description: mhtml:file://G:\sulawesi%20tengah\danau%20poso.mht!//upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/b/be/Danau_Poso.jpg/200px-Danau_Poso.jpg
Danau Poso
Danau Poso merupakan sebuah danau yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. Tepatnya di Kabupaten Poso. Danau ini merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia dengan memiliki panjang 32 km dan lebar 16 km.
Danau ini terletak pada ketinggian 657 m.
Ø  Danau Dampelas
Danau Dampelas (nama lain: Danau Talaga) adalah sebuah danau yang berlokasi di kawasan pantai barat Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Indonesia, tepatnya di bawah kaki gunung Sitangke, desa Talaga, kecamatan Damsol, sekitar 170 kilometer sebelah utara kota Palu.
Danau Dampelas biasa pula disebut Danau Talaga sesuai nama desa sekitar danau, namun umum disebut Dampelas sesuai bahasa dan etnis terbesar di wilayah tersebut. Pemanfaatannya sebagai sumber air untuk kebutuhan mandi dan mencuci bagi penduduk di sekitarnya. Di tepinya banyak tumbuh pohon sagu yang sengaja ditanam penduduk setempat sejak lama sebagai salah satu sumber pangan. Di dalam danau terdapat jenis ikan mujair, ikan lele, ikan mas dan terdapat salah satu jenis kerang (tude) menjadi sumber perikanan air tawar bagi penduduk setempat. Danau ini termasuk unik karena muaranya merupakan pertemuan dengan air laut perairan Selat Makassar. Setiap tahun di area danau dilaksanakan Festival Danau Dampelas sebagai kegiatan pariwisata budaya.
Hal yang unik saat air laut surut, air danau Dampelas ikut mengalir ke laut. Itulah sebabnya masyarakat setempat menyebutnya sebagai muara danau. Hal inipula yang menyebabkan ekosistem danau ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan danau lainnya.[1]
Danau dampelas memiliki mitos yang menjadi cerita turun temurun, yang oleh Jamrin Abubakar seorang wartawan di Donggala telah menuliskannya dalam sebuah legenda dengan judul; Legenda Danau Dampelas.

Ø  Danau Lindu
Description: Description: mhtml:file://G:\sulawesi%20tengah\danau%20lindu.mht!//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ee/Danau_Lindu_w_bird_2007.jpg/300px-Danau_Lindu_w_bird_2007.jpg

Danau Lindu
Danau Lindu merupakan danau yang terletak di kecamatan Kulawi, kabupaten Donggala, provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia dan berada di dalam Taman Nasional Lore Lindu.
Wilayah yang sering disebut Dataran Lindu ini dikelilingi oleh punggung pegunungan sehingga sulit untuk dijangkau oleh kendaraan bermotor, memiliki empat desa yaitu desa Puroo, Desa Langko, desa Tomado dan desa Anca. Ke-empat desa ini terletak di tepi danau Lindu yang cukup terkenal keindahannya. Di wilayah yang berpenduduk dengan luas wilayah ini juga terkenal dengan laboratorium untuk pemeriksaan penyakit yang disebabkan oleh sejenis cacing schistosomiasis yang hanya bisa hidup melalui perantaraan sejenis keong endemik yang juga hanya hidup di beberapa tempat di dunia.
Danau Lindu dimasukkan ke dalam kelas danau tektonik yang terbentuk selama era Pliosen setelah bak besar dilokalisasi dari sebuah bagian rangkaian pegunungan. Merupakan danau terbesar kedelapan di Sulawesi dari segi wilayah maksimal permukaannya. Danau ini biasa dikatakan melingkupi sekitar 3.488 ha. Pada ketinggian sekitar 1.000 m danau ini merupakan badan air terbesar ke-dua dari pulau ini (yang lebih kecil, Danau Dano hanya 50 m lebih tinggi).
Daya tarik Hutan Wisata Danau Lindu adalah keindahan panorama pegunungan dan pemandangan danau, khususnya bagi wisatawan pejalan kaki dan pendaki gunung. Danau Lindu terkenal dengan melimpahnya ikan dan merupakan habitat bagi berbagai macam tumbuhan dan hewan yang kini mulai berkurang keanekaragamannya karena menurunnya populasi spesies serta hilangnya beberapa spesies seperti burung tokoku dan tanaman rano.



Ø  Danau Napabale
Danau Napabale merupakan sebuah danau yang terletak di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Terletak di kaki bukit, dihubungkan ke laut melalui sebuah terowongan alami. Pada saat air laut surut para pengunjung dapat melintasi terowongan tsb. Namun apabila air laut sedang pasang sangat berbahaya untuk berenang karena air laut akan naik sampai ketinggian setengah meter di atas terowongan alam tsb. Danau Napabale tersebut letaknya ± 15 Km dari Raha ibukota Kabupaten Muna.

Ø  Danau Tondano
Description: Description: mhtml:file://G:\sulawesi%20utara\danau%20tondano.mht!//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Lake_Tondano_view_from_Bukit_Kasih.JPG/300px-Lake_Tondano_view_from_Bukit_Kasih.JPG
Danau Tondano dilihat dari Bukit Kasih
Danau Tondano adalah danau terluas di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini diapit oleh Pegunungan Lembean, Gunung Kaweng, Bukit Tampusu, dan Gunung Masarang. Danau ini dilingkari dengan jalan provinsi dan menghubungkan kota Tondano, Kecamatan Tondano Timur, Kecamatan Eris, Kecamatan Kakas, Kecamatan Remboken, dan Kecamatan Tondano Selatan. Danau ini merupakan danau penghasil ikan air tawar seperti ikan mujair, pior/kabos, payangka wiko (udang kecil), nikesepat siang(arwana),tawes,pongkor,bontayan,lobster hitam,guramekupu-kupu,karper.
Luas danau ini 4.278ha, dan terdapat pulau kecil bernama Likri (depan desa Tandengan kecamatan Eris)dan pulau papalembet depat toulumembet. Di tepi Danau Tondano terlihat jelas Gunung Kaweng. Konon danau ini terjadi karena letusan yang dahsyat karena ada kisah sepasang insan manusia yang berlainan jenis melanggar larangan orang tua untuk kawin (bahasa Minahasa: kaweng) dengan nekat lari (tumingkas) di hutan. Sebagai akibat melanggar nasihat orang tua maka meletuslah kembaran gunung kaweng tersebut sehingga menjadi danau Tondano.
Danau Tondano mempunyai obyek wisata yang terkenal "Sumaru Endo" Remboken, dan Resort Wisata Bukit Pinus (Tondano arah Toliang Oki).Gua tikus tasuka, Dari tepian danau Tondano (Toliang Oki), kita dapat melintas puncak Bukit Lembean dan memandang keindahan Laut Maluku (di sebelah timur), tepatnya kawasan Tondano Pante (Kecamatan Kombi), Kabupaten Minahasa.Pondok kinakas.(dapat dilihat di atas ktr.camat kakas dan boulevard tontimomor.( Doakan agar sepat siang,karper,tawes tidak punah).
Ø  Danau Moat
Danau Moat merupakan salah satu danau di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya terletak di perbatasan antara Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (kec Passi) dengan Kabupaten Minahasa Selatan (kec. Modoinding). Kata moat menurut bahasa Minahasa artinya menjelang terbitnya matahari. Danau ini hidup ikan Sidat atau dalam bahasa setempat disebut Sogili. Hawanya sejuk dan panorama yang indah. Sungai yang yang bersumber dari danau ini yaitu Sungai Poigar. Luas danau ini 617 ha, dan merupakan sumber air Pembangkit Listik Tenaga Air (PLTA)Poigar PLN Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).
Ø  Danau Linouw
Danau Linouw terletak di area wilayah administratif kota Tomohon, Propinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Danau ini terletaak dekat Proyek Tenaga Listrik Panas Bumi Lahendong. Danau ini unik karena waktu siang airnya warna-warni (atau danau tiga warna). Danau ini merupakan salah satu obyek wisata yang menarik di tanah Toar Lumimuut.

DANAU DI PAPUA
1.      Danau Sentani
Danau Sentani adalah danau yang terletak di Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cycloops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terbesar di Papua.
Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti "di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898
 Pariwisata
Description: Description: E:\Danau_Sentani_files\220px-Panorama_sentani.jpg
Panorama sentani
Danau ini sudah dikelola menjadi objek wisata karena berjarak 50 kilometer dari Jayapura dan mudah dijangkau, sebagai pelengkap di danau ini sudah banyak terdapat perahu wisata untuk berkeliling di danau sentani.
Di danau ini juga diadakan Festival Danau Sentani untuk menarik wisatawan. Festival Danau Sentani biasanya diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahun, FDS sendiri telah ditetapkan sebagai festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.
2.      Danau Rombebai
Danau Rombebai adalah danau yang terletak di Papua Indonesia. Luas Danau ini 13.749 ha dan merupakan danau terbesar kedua di Papua setelah Danau Sentani. Danau ini terletak di sebelah kanan dari aliran Sungai Mamberamo dan berjarak 20 km dari Samudera Pasifik. Kabupaten yang terdekat dari danau ini adalah Kabupaten Sarmi. Meskipun Danau ini berada 20 km dari lautan tetapi pernah ditemui adanya ikan hiu di perairan danau air tawar ini, hal ini menginggat danau ini terhubung dengan sungai mamberamo dimana sungai ini mengalir deras sampai Samudera Pasifik.
Potensi Danau ini adalah adanya blok gas alam yang cukup melimpah di sekitar danau ini, adanya gas alam ini sama seperti di sekitar Sungai Mamberamo. Blok gas alam di danau ini salah satunya dikelola oleh AED oil yaitu sebuah perusahaan eksplorasi minyak dan gas yang berbasis di Australia.
Description: Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d8/Peta_MamberamoRiver.jpg/150px-Peta_MamberamoRiver.jpg
Description: Description: http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
Peta Danau Rombebai yang berada di sebelah kanan sungai mamberamo
3.      Danau Paniai
Danau Paniai adalah sebuah danau yang terletak di Kabupaten Paniai, Papua atau secara administratif terletak di distrik Paniai Timur. Danau Paniai yang kesohor memiliki panorama alam yang rancak, alami, dan terawat dengan baik. Keindahan Danau Paniai diakui oleh utusan dari 157 negara ketika berlangsungnya Konferensi Danau Se-Dunia yang dihelat di India pada tanggal 30 November 2007.
Pada awalnya, Danau Paniai[1] beserta Danau Tigi dan Danau Tage dinamakan Wissel Meeren. Penamaan ini dinisbatkan kepada orang yang pertama kali menemukan ketiga danau cantik tersebut pada tahun 1938, yaitu seorang pilot berkebangsaan Belanda bernama Wissel. Pada saat itu, Wissel terbang melintasi pegunungan Pulau Irian dan melihat tiga danau yang memiliki pemandangan yang indah. Karena terpesona dengan keindahannya, Wissel memutuskan untuk mendarat dan menikmati eksotisme ketiga danau tersebut dari dekat. Bahkan, pada masa kolonial Belanda, nama Wissel Meeren lebih populer ketimbang Paniai. Wissel Meeren berasal dari bahasa Belanda yang memiliki arti danau-danau Wissel.
Luas Danau Paniai yang mencapai 14.500 hektar memberi cukup ruang kepada wisatawan untuk memilih lokasi yang sesuai dengan keinginannya ketika berekreasi ke danau tersebut. Terdapatnya bebatuan dan pasir di tepian danau, serta dikelilingi oleh tebing-tebing yang lumayan tinggi, menambah daya tarik objek wisata andalan Kabupaten Paniai ini.
Sebagaimana sebagian besar topografi Kabupaten Paniai yang berada di wilayah pegunungan dan perbukitan yang berhawa sejuk, Danau Paniai pun terletak di daerah ketinggian, yaitu sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (dpl). Meskipun demikian, Danau Paniai menyimpan aneka jenis ikan air tawar dan udang. Ikan nila (oreochromis niloticus), ikan mujair (oreochromis mossambicus), ikan mas/ikan karper (cyprinus carpio), ikan sembilan hitam, dan ikan belut (synbranchus) adalah di antara jenis ikan yang dapat dijumpai di danau ini. Sedangkan ikan pelangi (rainbow/melanotaenia ayamaruensis) merupakan biota Danau Paniai yang sering dicari oleh para nelayan dan hobiis ikan hias karena bernilai ekonomi tinggi. Bila beruntung, di Danau Paniai wisatawan dapat melihat udang endemik Papua yang kini sudah mulai langka, yaitu udang selingkuh (cherax albertisii). Dinamakan demikian karena udang tersebut memiliki capit/jepit besar seperti halnya kepiting. Sampai saat ini, setiap orang yang berkunjung ke Tanah Papua, terutama ke Kota Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, senantiasa mencari udang selingkuh sebagai menu untuk bersantap.

Aksesibilitas

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Paniai, dapat memulai perjalanan dari Kota Enarotali, Ibu Kota Kabupaten Paniai. Dari Kota Enarotali, tersedia dua jalur menuju kawasan Danau Paniai. Pertama, menggunakan jalur darat dengan menyewa bus jenis Mitsubishi Strada yang dapat diandalkan untuk melintasi medan jalan yang terjal dan berkelok-kelok. Kedua, mengambil jalur udara dengan menumpang pesawat AMA dan AMAF[2] jenis Cessna yang bisa mendarat di wilayah dataran tinggi dengan karakteristik landasan dari tanah.



1 komentar:

  1. huh akrirnya setelah setengah jam membaca kelar juga baca artikel danau di Indonesia ini, bagus tapi benjelasannya terlalu panjang sedangkan kata-katanya hanya berputar-putar, mungkin bisa di update yang kata-katanya singkat namun padat info (y)

    BalasHapus